Selasa, 06 November 2012

Surat Untuk Calon Suamiku




Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

Dear calon suamiku…
Apa kabarnya imanmu hari ini? Sudahkah harimu ini diawali dengan syukur karena dapat menatap kembali fananya hidup ini? Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanu atas amanah yang saat ini tengah kau genggam?

Wahai Calon Suamiku…
Tahukah engkau betapa Allah sangat mencintaiku dengan dahsyatnya? Disini aku ditempa untuk menjadi dewasa, agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak. Meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi, namun kini kurasakan diri ini lebih baik.Kadang aku bertanya-tanya, kenapa Allah selalu mengujiku tepat dihatiku. Bagian terapuh diriku, namun aku tahu jawabannya. Allah tahu dimana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingat-Nya kembali mencintai-Nya. Ujian demi ujian Insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh, sehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga telah memiliki aku dihatimu, menemani harimu.

Calon suamiku…
Entah dimana dirimu sekarang. Tapi aku yakin Allah pun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid yang tangguh, hingga akupun bangga memilikimu kelak.Apa yang kuharapkan darimu adalah kesalihan. Semoga sama halnya dengan dirimu. Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, hanya kesia-siaan yang dapati.Aku masih haus akan ilmu. Namun berbekal ilmu yang ada saat ini, aku berharap dapat menjadi isteri yang mendapat keridhaan Allah dan dirimu, suamiku.

Wahai calon suamiku…
Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan bundaku, tak lain doaku agar menjadi anak yang solehah, agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat. Namun nanti, setelah menjadi isterimu, aku berharap menjadi pendamping yang solehah agar kelak disyurga cukup aku yang menjadi bidadarimu, mendampingi dirimu yang soleh.Aku ini pencemburu berat. Tapi kalau Allah dan Rasulullah lebih kau cintai daripada aku, aku rela. Aku harap begitu pula dirimu.
Pernah suatu ketika aku membaca sebuah kisah; “Aku minta pada Allah setangkai bunga segar, Dia memberiku kaktus berduri. Aku minta kepada Allah hewan mungil nan cantik, Dia beri aku ulat berbulu. Aku sempat kecewa dan protes. Betapa tidak adilnya ini.Namun kemudian kaktus itu berbunga, sangat indah sekali. Dan ulatpun tumbuh dan beruba menjadi kupu-kupu yang teramat cantik. Itulah jalan Allah, indah pada waktunya. Allah tidak memberi apa yang kita inginkan, tapi Allah memberi apa yang kita butuhkan.”
Aku yakin kaulah yang kubutuhkan, meski bukan seperti yang aku harapkan.

Calon suamiku yang di rahmati Allah…
Apabila hanya sebuah gubuk menjadi perahu pernikahan kita, takkan kunamai dengan gubuk derita. Karena itulah markas dakwah kita, dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta dan kasih.
Ketika kelak telah lahir generasi penerus dakwah islam dari pernikahan kita, Bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal, dengan ilmu yang bermanfaat, terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Allah SWT.
Bunga akan indah pada waktunya. Yaitu ketika bermekaran menghiasi taman. Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya, bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku.Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik, tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak.

Calon suamiku…
Inilah sekilas harapan yang kuukirkan dalam rangkaian kata. Seperti kata orang, tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata. Itulah yang kini kuhadapi. Kelak saat kita tengah bersama, maka disitulah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

hidup ini indah bila engkau selalu hadir di sisiku setiap waktu, hingga aku hembuskan nafas yg terakhir

Rabu, 24 Oktober 2012

Apakah itu bertanda Jodoh?

Entah harus darimana aku memulai ... waktu pun sebenarnya belum berapa lama akan tetapi kebersamaan itu selalau membuahkan kebetulan2 di antara kami.... entah itu dari kata kata maupun perbuatan ...
Apakah itu pertanda memang kami adalah jodoh yg di takdirkan untuk bersatu walau itu bertentangan dengan keadaan yang sebenarnya..
Diantara kami ada seseorang yg telah memilikinya ... itu tak dapat kami pungkiri.... salahkah itu

Selasa, 23 Oktober 2012

Apa salahku?

Kehadiran mu sungguh tak ku duga sama sekali, kehadiranmu di luar kehendakku akan tetapi kehadiranmu merubah apa yg ada dalam prinsip hidup aku
Kamu adalah orang yg pertama mengusik perasaan alam sadarku, km telah membuat aku terlena dengan kalimat cinta, andai cinta dpt memilih tak akan aku tambatkan rasa sayang serta cinta ku pada mu karena kamu bukan orang yg aku impikan ....
Akan tetapi kehendak berkata lain kamu yang telah meruntuhkan ketegaran diri ini yg telah mengenyampingkan prinsip dalam diri ini.... salahkah aku? bila aku menyintaimu walau ku tahu cintamu telah terbagi dengan perempuan lain.....

Selasa, 04 September 2012

seperti pengemis yang tawadhu', izzahnya tinggi walau orang lain merenhkannya karena ia mempunyai HATI sehingga dekat dengan sang Robbi...

Hatiku ...jujurlah...
Kalau engkau tak sanggup menjadi cemara yang kokoh di puncak bukit
jadilah saja belukar yang teguh di tepi jurang
Belukar itu senantiasa istiqomah dalam perjuangannya untuk hidup
Ia belajar dari kesehariannya untuk mendewasakan batangnya,
batangnya yang menyanggahnya untuk tidak masuk ke dalam jurang

Hatiku...ketahuilah!!!
Ternyata untuk menjadi belukar saja itu tidak mudah!!!
Belukar harus ikhlas agar ia tak iri pada cemara
Belukar harus tawadhu agar ia tak sombong pada rumput
Belukar tetap belukar sampai ia bisa berjumpa dengan Penciptanya

Kalau engkau tak sanggup jadi belukar...jadilah saja rumput,
tetapi rumput yang senantiasa memperkuat pinggiran jalan

Kalau engkau tak sanggup menjadi langit...jadilah saja bumi,
tetapi bumi yang setia dan ikhlas untuk dipijaki oleh setiap manusia.

Tidak semua insan sanggup berbuat seperti pengemis yang tawadhu',
izzahnya tinggi walau orang lain merendahkannya
karena ia mempunyai HATI sehingga dekat dengan sang Robbi...

Kamis, 07 Juni 2012

My First Love

Sudah hampir 24 tahun berlalu saat aku mulai mengenal rasa cinta dari seorang laki laki dia bernama M Ichwan, awal pertama aku mulai jatuh cinta pada tetangga ku sendiri, dia yang pertama kali mengenalkan aku dengan dunia "berpacaran" sungguh indah rasanya dialah cinta pertama aku..... tp kini dia telah pergi untuk selama lamanya, kemarin hari selasa 5 juni 2012 .
Aku bagaikan tersambar petir mendengar kabar duka itu, terlebih lagi aku telat mengetahuinya sementara aku ada di dekat rumahnya ..... sangat menyesal aku tak bisa melihat dia untuk terakhir kalinya